IHSG Masih Berusaha Menembus 5000

Jakarta Stock Exchange Compositekemarin tgl 6 juli 2020 lanjut menguat +0.3% ditutup 4988. IHSG masih belum bisa menembus 5000, namun IHSG masih berada didalam uptrend channelnya. Kenaikan IHSG ini tertinggal dibanding bursa china yg menguat sebesar +5% yang disebabkan ekspektasi tinggi akan cepat pulihnya aktivitas bisnis di china daripada negara lain yang masih berjuang melawan virus corona.Dow Jonesyg juga menguat +1.78% disebabkan oleh rilis data US ISM Non Manufacturing Index ( NMI ) = 57.1 yang menandakan ekonomi US sedang tumbuh. IHSG pada hari ini tgl 7 juli 2020 masih berpotensi melanjutkan kenaikan untuk menembus 5000 kembali menuju resisten berikutnya di 5139.

Pergerakan sektor tambang memimpin kenaikan IHSG dengan menguat +1.45% didorong penguatan INCO (JK:INCO) +7.19% ANTM +6.66% TINS (JK:TINS) +4.9%, kemudian SektorAgrimenguat +0.99% didorong penguatan SIMP (JK:SIMP) +7% LSIP (JK:LSIP) +3.48% dan juga sektor basic industry +0.93% didorong kenaikan CPIN (JK:CPIN) +7.88% JPFA (JK:JPFA) +425%. Sedangkan pergerakan saham yg menekan IHSG antara lain TLKM (JK:TLKM) -2.24%, TPIA (JK:TPIA) -2.18%, SMMA -6.98% dan POLL (JK:POLL) -6.43%.

Beberapa saham yg menarik untuk perdagangan tgl 01 juli 2020 . Antara lain : Aneka Tambang Tbk ( JK:ANTM), Timah Tbk ( TINS ), Vale Indonesia Tbk ( INCO), XL Axiata ( JK:EXCL), Indosat Tbk ( JK:ISAT).